Kendali Elektrik Analog Dan PLC

Kita yang mendalami bidang kendali elektrikal analog tentu pernah bahkan mungkin sering mendengar istilah PLC atau Programmable Logic Controller; namun banyak di antara kita yang mungkin merasa agak ketakutan atau enggan mengenal apakah itu PLC, karena memang piranti yang satu ini berbasis elektronika digital.

Sebenarnya kendali elektrikal analog dan PLC adalah seperti “saudara kandung” karena keduanya menggunakan logika fungsi yang sama persis, hanya penuangan secara perangkat saja yang berbeda, sehingga bagi siapa saja yang berpengalaman cukup banyak dengan pemodelan sistem kendali analog pasti akan sangat mudah memahami sistem PLC.

Artikel ini saya tulis adalah untuk membandingkan kesejajaran sistem kendali elektrikal analog dan PLC secara umum; memang terdapat fungsi-fungsi tertentu dari PLC yang tidak terdapat secara sub-paket pada sistem kendali elektrikal analog, namun itu pun sangat tergantung dari produsen piranti PLC. Fungsi-fungsi sub-paket ini memang diciptakan oleh para produsen PLC untuk mencapai target penjualan produk-produk yang mereka tawarkan, sebagai contoh OMRON memiliki fungsi sub-paket “differential-up” dan “differential-down” yang tidak dimiliki oleh Allen Bradley atau SIEMENS SIMATIC atau pun I-Deck, dan SIEMENS SIMATIC memiliki fungsi sub-paket “reverse” yang tidak dimiliki oleh OMRON dan Allen Bradley dan seterusnya.

Kendali elektrikal analog.

Sistem kendali elektrikal analog telah digunakan selama ratusan tahun sebelum ditemukannya PLC, bahkan sampai saat ini kendali analog tersebut belum bisa tergantikan seluruhnya oleh PLC. Berikut ini akan saya perkenalkan beberapa piranti sederhana dari sistem kendali elektrikal analog:

  • Rele dan kontaktor.

Rele atau kontaktor adalah satu piranti keras paling umum dan paling berdaya guna bahkan bisa dikatakan menjadi ‘jantung’ bagi sistem kendali analog. Penyebutan rele di Indonesia digunakan untuk piranti yang berukuran kecil atau rele pewaktu (time relay) sedangkan kontaktor untuk piranti yang berukuran menengah hingga besar, walaupun baik rele dan kontaktor memiliki fungsi yang sama. Jenis-jenis rele antara lain:

  1. Kontaktor
  2. Rele kontak
  3. Rele pewaktu (timer/time relay)
  4. Rele jatuh tegangan (voltage drop relay)
  5. Rele tegangan naik (voltage rise relay)
  6. Rele termal (thermal relay)

Kontaktor dan rele kontak pada dasarnya berfungsi sama saja, pembedaan tersebut terjadi karena bentuk dan kapasitas tegangan serta arus yang mampu ditahan oleh kontaktor dan rele kontak. Rele pewaktu adalah rele yang dikendalikan oleh pembatasan waktu, misalnya “delay-off relay” dan “delay-on relay”. Delay-off relay akan terputus dari sumber catu daya jika batas waktu tercapai, sedangkan delay-on relay akan terhubung dengan sumber catu daya jika batas waktu tercapai. Rele jatuh tegangan akan bekerja ( baik menuju “OFF” maupun “ON ) jika terjadi penurunan tegangan pada prosentase tertentu, sedangkan rele tegangan naik akan bekerja ( baik menuju “OFF” maupun “ON ) jika terjadi kenaikan tegangan pada prosentase tertentu. Rele termal akan bekerja ( baik menuju “OFF” maupun “ON ) jika terjadi penurunan atau kenaikan temperatur pada derajat tertentu.

Gambar berikut ini adalah contoh konstruksi dari sebuah rele:

 Image

 

  • Sakelar/switch.

Sakelar atau switch memiliki fungsi untuk memindah keadaan dari satu sub-sistem menuju sub-sistem berikutnya. Perpindahan sakelar dilakukan secara manual. Beberapa jenis sakelar yang umum adalah:

  1. SPST (Single Pole Single Throw)
  2. SPDT (Single Pole Double Throw)

 Image

Kesejajaran diagram jalur tunggal (Single Line Diagram) terhadap diagram tangga (Ladder Diagram)

Kita yang sering berkutat dengan kendali elektrikal analog tentu mengenal diagram jalur tunggal atau single line diagram dari satu sistem kendali. Jika kita pernah mendalami PLC kita pun akan mengenal terminologi diagram tangga atau ladder diagram. Ladder diagram pada dasarnya adalah derivat dari single line diagram. Berikut ini disajikan sebentuk contoh sederhana dari kesejajaran antara single line diagram dan ladder diagram untuk fungsi start-stop :

 Image

Image

Image

Mudah bukan jika kita ingin belajar PLC melalui single line diagram yang pernah kita dalami sebelumnya ?

Regards,

Image

 

 

 

 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s